Integrasi Seni, Teknologi Tepat Guna, dan Kearifan Lokal untuk Ketahanan Pertanian Desa
Mengapa infrastruktur yang kita bangun untuk menghidupi masyarakat—sistem irigasi yang mengairi sawah dan menopang pangan—sering kali terasa hampa, kaku, dan tak dicintai? Buku ini menjawabnya dengan sebuah gagasan yang berani sekaligus membumi: bahwa kesenirupaan bukan sekadar pemanis, melainkan mitra setara bagi rekayasa teknik dan pemberdayaan masyarakat dalam membangun pedesaan.
Berangkat dari keprihatinan bahwa pembangunan kita terlalu lama didominasi logika teknis dan ekonomis semata, buku ini menawarkan cara pandang baru: menjadikan kawasan irigasi sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga indah, bermakna, dan memberdayakan.
Melalui delapan bab yang mengalir dari konsep menuju praktik, pembaca diajak menelusuri estetika ruang irigasi, environmental art dan penataan lanskap, identitas visual berbasis kearifan lokal, komunikasi visual untuk literasi konservasi air, desain partisipatif bersama masyarakat, hingga representasi budaya air. Semuanya dirangkum dalam sebuah model integrasi tiga pilar—rekayasa, seni, dan pemberdayaan—yang bertumpu pada kolaborasi pentahelix, ekonomi kreatif, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Setiap bab diperkaya studi kasus ilustratif, mulai dari Subak Bali hingga revitalisasi kawasan air di Jepang dan Belanda.
Ditujukan bagi mahasiswa, akademisi lintas disiplin, perancang dan praktisi pembangunan, aparatur desa, serta penggiat pemberdayaan masyarakat, buku ini mengajak kita membayangkan kembali ruang hidup pedesaan: lebih indah, lebih bermakna, dan lebih berdaya. Sebuah titik awal bagi percakapan yang lebih luas tentang bagaimana seharusnya kita membangun dan menata ruang hidup bersama.
Penulis
Dr. Iriaji, M.Pd.
Prof. Dr. Purnomo, S.T., M.Pd.
Rachmad Hidayat, S.Pd., M.Pd.
Lutfir Rahman Anas
‘Azza Fariha Kamila
Anggita Ajeng Ramadhani
Ken Ajeng Nastiti Prameswari
Distributor
Kreatifa Publishing House
NO ISBN
Dalam Proses Pengajuan